Koramil Sibolangit Lakukan Pemantauan Terhadap Bencana Banjir dan Longsor di Sembahe

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sembahe pada Selasa malam, 7 April 2026, telah mengakibatkan bencana banjir dan longsor yang parah di Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Bencana ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan harta benda.
Langkah Tanggap Darurat Koramil Sibolangit
Menanggapi situasi darurat ini, personel TNI dari Koramil 03/Sibolangit segera dikerahkan untuk membantu upaya pencarian dan evakuasi korban yang terdampak oleh bencana banjir dan longsor. Tim gabungan yang terdiri dari Koramil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan setempat bekerja sama dalam proses evakuasi di lokasi bencana yang berada dekat jembatan Sembahe. Berkat upaya cepat ini, akses jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor di jalur Medan – Brastagi kini telah kembali normal.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Dalam upaya membersihkan puing-puing yang disebabkan oleh longsor, pihak berwenang telah menerjunkan alat berat excavator untuk membantu membersihkan rumah warga yang tertimpa. Sayangnya, lima orang korban yang terjebak dalam material longsor telah ditemukan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pancur Batu untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Danramil Sibolangit, Kapten Inf Poniman, yang memantau langsung proses pencarian dan evakuasi, mengonfirmasi bahwa lima korban jiwa telah berhasil ditemukan. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan dan mengevakuasi semua korban,” ujarnya. Proses pembersihan material longsor yang menimpa dua unit rumah sewa juga berlangsung dengan bantuan alat berat, untuk memastikan lokasi tersebut dapat segera dibersihkan dan aman untuk dihuni kembali.
Penyebab Bencana dan Dampaknya
Menurut penjelasan Danramil, bencana tanah longsor yang melanda Dusun III, Desa Sembahe, disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menciptakan kondisi tanah yang tidak stabil, sehingga mengakibatkan longsor yang menimpa rumah-rumah warga. Kejadian ini merupakan pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja, dan masyarakat perlu selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.
Monitoring dan Koordinasi Penanganan
Pemerintah setempat terus melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan. Tim Muspika Kecamatan Sibolangit, personel Koramil 03/SBL, serta Kepala Desa Sembahe, Istipanus Ginting, bersama perangkat desa, BPBD Kabupaten Deli Serdang, Dinas Sosial, Brimob Polda Sumut, Basarnas Prov Sumut, dan warga setempat aktif berkoordinasi dalam penanganan bencana ini. Kerjasama yang baik antara berbagai instansi dan masyarakat sangat penting dalam penanggulangan bencana.
Identifikasi Korban dan Tindakan Selanjutnya
Lima jenazah korban yang meninggal dunia akibat bencana longsor telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban-korban tersebut adalah Gobal Elpianus Sembiring (40), Boy Simorangkir (48), Jamilah br Ginting (49), Ros br Ginting (50), dan Riski Sembiring (15). Meski situasi ini sangat mengharukan, satu orang korban berhasil ditemukan selamat meskipun sempat tertimpa longsor, yaitu Sehat Br Tarigan.
Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat
Bencana banjir dan longsor di Sembahe ini kembali menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Masyarakat diharapkan untuk lebih memperhatikan informasi cuaca dan kondisi lingkungan sekitar, serta memiliki rencana evakuasi yang jelas. Edukasi tentang mitigasi bencana juga harus terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.
- Selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca.
- Mempersiapkan rencana evakuasi keluarga.
- Membangun kerjasama dengan pemerintah setempat.
- Melakukan latihan tanggap bencana secara berkala.
- Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah bencana.
Dengan upaya kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan pihak berwenang, diharapkan bencana seperti ini dapat diminimalisir di masa mendatang. Dalam situasi sulit ini, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Sembahe.



