Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Selesai Lebih Cepat, PLN Group Tingkatkan Reputasi Global

PLN Group kembali mendapatkan pengakuan di arena internasional. Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP), melalui anak perusahaannya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari yang direncanakan.

Pencapaian Proyek Elektrifikasi ECRL

Kedua titik yang berhasil diselesaikan lebih awal tersebut adalah Feeder Station (FS) 01 yang berlokasi di Tunjung, Kelantan, dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang. FS 01 selesai 15 hari lebih cepat dari jadwal, sedangkan FS 09 mengalami percepatan yang signifikan dengan penyelesaian satu bulan lebih awal. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG), yang bertindak sebagai Project Delivery Partner (PDP), serta Tenaga Nasional Berhad (TNB) selaku pemilik jaringan.

Apresiasi dari TNB

Azreen Bin Othman, Kepala Project Management Office TNB, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas keberhasilan koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung ke FS 01 dan FS 09. Dia menekankan bahwa pencapaian ini sangat penting dalam sistem elektrifikasi ECRL.

“Kami sangat bangga karena penyelesaian proyek ini lebih cepat dari target. Ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan PLN dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengabaikan kualitas,” ujarnya.

Detail Proyek ECRL

Proyek ECRL adalah jalur kereta listrik sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Proyek ini sepenuhnya bergantung pada tenaga listrik untuk operasional penumpang dan kargo, serta diharapkan dapat mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun saat beroperasi pada tahun 2027.

Harapan untuk Proyek Selanjutnya

Azreen menambahkan harapannya agar kinerja PLN dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya. “Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Kontribusi terhadap Infrastruktur Karbon Rendah

Keberhasilan PLN dalam proyek ini mencerminkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara. Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bentuk nyata dari transformasi dan ekspansi global PLN.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus mengembangkan proses bisnis di tingkat internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional dan sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah global,” jelasnya.

Peran PLN dalam Konsorsium EPCC

Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN NP bertanggung jawab atas pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC mengambil peran dalam pengadaan peralatan pendukung serta melaksanakan pekerjaan konstruksi dan komisioning.

Rincian Teknis Proyek

Pada proyek ECRL, PLN Group bertanggung jawab atas empat dari sepuluh Feeder Station, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.

Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power, menyatakan bahwa penyelesaian proyek lebih cepat dari jadwal merupakan bukti kapabilitas perusahaan dalam menangani proyek strategis lintas negara.

Bukti Kapabilitas dan Kebanggaan Nasional

“Penyelesaian lebih cepat dari target menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.

Djarot Hutabri, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, menjelaskan bahwa PLN NPC memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi. Pengalaman ini merupakan fondasi yang kuat dalam pelaksanaan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.

Persiapan untuk Desain dan Pembangunan

Dia memastikan bahwa PLN NPC siap untuk melaksanakan desain dan pembangunan elektrifikasi Feeder Station ECRL, termasuk pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), dan Underground Cable sepanjang 3 kilometer, serta pekerjaan pendukung lainnya untuk memastikan proyek tersebut selesai tepat waktu dan sesuai standar tinggi.

“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam memberikan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB membuktikan bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkas Djarot.

Exit mobile version