Strategi Pemkot Palopo: Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Inflasi menjelang Idulfitri 2026

Sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga pangan menjelang Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM). Inisiatif ini, yang berlangsung di kawasan Tribun Lapangan Pancasila, bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan makanan yang terjangkau bagi masyarakat.

Gerakan Pangan Murah: Inisiatif Strategis Pemkot Palopo

Gerakan Pangan Murah merupakan strategi yang dirancang sebagai intervensi pasar. Program ini dicanangkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia dan diimplementasikan secara serentak di 32 provinsi di seluruh Nusantara. Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Acara pembukaan Gerakan Pangan Murah dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Wali Kota Palopo, Naili Trisal, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad, dan perwakilan dari Perum Bulog Palopo. Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut serta dalam acara ini.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Gerakan Pangan Murah

Wali Kota Palopo, Naili Trisal, dalam kesempatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi warganya. Dia berharap program ini dapat memberikan dampak langsung yang positif bagi daya beli masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah Kota Palopo akan terus memantau dan memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasaran tetap aman dengan harga yang terjangkau,” ungkap Naili Trisal.

Langkah-langkah Konkret dalam Gerakan Pangan Murah

Senada dengan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad, juga berada di lapangan untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di wilayahnya memadai. Dia menegaskan bahwa harga yang ditawarkan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga normal di pasaran, yang sangat membantu ekonomi keluarga.

Sejak acara resmi dibuka, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dalam memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok bersubsidi ini. Melalui langkah konkret ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalani ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang dan khusyuk, tanpa perlu lagi mengkhawatirkan adanya lonjakan harga pangan menjelang hari raya.

Exit mobile version