Tips Dr. Setia Untung Arimuladl SH MH untuk Membangun Zona Integritas WBK dan WBBM yang Efektif

Jakarta – Meskipun telah menyelesaikan masa tugasnya di Kejaksaan RI sejak empat tahun lalu, Dr. Setia Untung Arimuladl SH MH, mantan Wakil Jaksa Agung RI pada periode 2020 – 2022, tetap berkomitmen untuk membangun integritas dalam lembaga yang sangat dicintainya. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di Korps Adhyaksa, ia berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan Zona Integritas (ZI) yang berfokus pada predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Pentingnya Zona Integritas dalam Birokrasi

Zona integritas merupakan suatu langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk meningkatkan kualitas kinerja instansi pemerintah. Predikat WBK dan WBBM diberikan kepada satuan kerja pada Kementerian/Lembaga (K/L), termasuk Kejaksaan, BUMN, dan BUMD yang berhasil menunjukkan komitmen terhadap pencegahan korupsi dan pelayanan publik yang berkualitas.

Indikator Membangun Zona Integritas

Dalam membangun Zona Integritas WBK/WBBM, terdapat beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan, antara lain:

Prinsip Kepemimpinan dalam Zona Integritas

Dr. Untung menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dalam menciptakan Zona Integritas. Pemimpin harus menunjukkan keteladanan dan bertindak konsisten dalam berbagai situasi. Dengan demikian, pegawai akan merasa termotivasi untuk mengikuti jejak pimpinan dalam menjalankan tugas mereka dengan integritas.

Pengawasan yang Efektif

Pengawasan yang dilakukan secara efektif adalah kunci untuk menjaga integritas dalam suatu organisasi. Menurut Untung, sistem pengawasan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai pendorong untuk memastikan semua pegawai mematuhi aturan yang berlaku. Dengan pengawasan yang transparan, potensi pelanggaran dapat diminimalisir.

Penegakan Disiplin yang Tegas

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari korupsi, penegakan disiplin merupakan langkah yang tidak bisa diabaikan. Untung menegaskan bahwa tindakan terhadap jaksa yang berperilaku tidak profesional harus dilakukan dengan tegas, sementara mereka yang menunjukkan kinerja baik harus diberi penghargaan. Hal ini penting untuk membangun budaya integritas di dalam organisasi.

Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan

Partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja instansi pemerintah adalah elemen yang tidak kalah penting. Dr. Untung menyarankan agar instansi membuka saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi. Penting untuk memastikan bahwa pengaduan yang diterima tidak hanya didaftarkan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang jelas.

Pentingnya Tindak Lanjut Pengaduan

Setiap pengaduan yang masuk harus disertai dengan batas waktu dan respons yang jelas. Untung menekankan bahwa pengadu harus mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah yang diambil terkait laporan mereka. Hal ini penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan percaya bahwa laporan mereka ditanggapi dengan serius.

Karya Dr. Setia Untung: Membangun Zona Integritas Kejaksaan RI

Dr. Untung menuangkan semua pemikirannya dalam sebuah buku berjudul “Membangun Zona Integritas Kejaksaan RI”. Sebelum menerbitkan karya tersebut, ia melakukan penelitian mendalam yang berfokus pada Badan Diklat (Badiklat) Kejaksaan, sebuah lembaga yang berperan penting dalam mendidik calon jaksa yang akan memimpin di masa depan.

Pengalaman di Badiklat Kejaksaan

Selama menjabat sebagai Kepala Badiklat Kejaksaan RI dari 2017 hingga 2020, Untung melihat langsung bagaimana pentingnya pendidikan dan pelatihan yang berkualitas untuk menghasilkan calon pemimpin Kejaksaan yang berintegritas. Badiklat Kejaksaan telah berhasil mendapatkan predikat WBK pada 10 Desember 2018, dan kemudian melanjutkan untuk meraih penghargaan WBBM pada tahun 2019.

Pentingnya Perbaikan Berkelanjutan

Dalam pandangan Untung, upaya untuk membangun Zona Integritas tidak boleh berhenti. Badiklat sebagai lembaga pendidikan bagi calon jaksa harus terus diperbaiki dan ditingkatkan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Kecintaannya terhadap institusi Kejaksaan menjadi motivasi utama bagi Untung dalam menyusun karya ini.

Refleksi dan Harapan untuk Kejaksaan

Dr. Untung, yang merupakan putra seorang Kolonel Baret Merah, mengakui bahwa tidak ada yang sempurna dalam setiap upaya yang dilakukan. Ia percaya bahwa masukan dan saran dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk terus memperbaiki sistem yang ada. Dengan mengajak lebih banyak orang untuk berkontribusi, diharapkan pemikiran-pemikiran konstruktif dapat memperluas wawasan demi terciptanya Kejaksaan yang lebih baik.

Dalam rangka mencapai Zona Integritas WBK dan WBBM, kesungguhan dan kolaborasi dari semua pihak adalah kunci. Melalui langkah-langkah yang tepat, integritas dalam birokrasi dapat terwujud, menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan bebas dari praktik korupsi.

Exit mobile version