Reskrim Polsek Medan Barat Ungkap Kasus Curanmor dan Sita 5 Sepeda Motor

Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di siang hari di Medan Barat baru-baru ini mengundang perhatian masyarakat dan pihak kepolisian. Berkat respons cepat aparat, kasus curanmor ini berhasil diungkap dan seorang pria yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian tersebut telah ditangkap, bersama sejumlah barang bukti yang mencurigakan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesigapan polisi dalam menangani kasus yang meresahkan masyarakat.
Detail Kasus Curanmor di Medan Barat
Peristiwa pencurian ini tercatat dalam Laporan Polisi dengan nomor LP/B/102/IV/2026/SPKT/Polsek Medan Barat, yang dikeluarkan pada tanggal 17 April 2026. Kasus ini bermula ketika seorang korban, Muchammad Lutfi Iqbal yang berusia 28 tahun, kehilangan sepeda motor yang diparkir di halaman kantor PT. Doran Sukses Indonesia yang terletak di Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.
Menurut keterangan korban, ia memarkirkan sepeda motor jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi L 2440 KV di teras kantor sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, saat ia kembali pada pukul 12.30 WIB, ia mendapati kendaraannya sudah tidak ada di tempatnya.
Langkah Responsif Kepolisian
Menanggapi laporan dari Lutfi, tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Medan Barat segera melakukan penyelidikan. Melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemantauan rekaman CCTV, pihak kepolisian berhasil mengumpulkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada pelaku. “Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sepeda motor yang hilang berpindah-pindah lokasi,” jelas Kanit Reskrim Iptu Senior Sianturi, SH MH.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB, pihak kepolisian menerima informasi mengenai keberadaan sepeda motor tersebut di Jalan Bersama, Desa Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Dengan cepat, tim yang dipimpin oleh Iptu Senior Sianturi bersama Panit 1 Ipda Ellis Sitorus, SH, MH dan Panit 2 Iptu Asas Sihombing, S.Pd, langsung melakukan pengintaian di lokasi tersebut.
Penangkapan Pelaku dan Barang Bukti
Tak lama setelah melakukan pengintaian, petugas melihat sebuah sepeda motor Vario merah yang diduga digunakan oleh pelaku saat melakukan aksinya. Sekitar pukul 16.30 WIB, mereka mengamati seorang pria mencurigakan yang mendekati sepeda motor tersebut, lalu langsung mengamankannya.
Pria yang ditangkap diketahui bernama Arip Syahputra, berusia 36 tahun dan merupakan warga Binjai Selatan. Saat diinterogasi, Arip mengaku terlibat dalam aktivitas penggantian kunci sepeda motor yang dicuri.
Temuan Menarik di Lokasi Penangkapan
Setelah mengamankan Arip, pihak kepolisian melakukan penggeledahan di rumahnya dan menemukan sejumlah barang bukti yang mengejutkan, antara lain:
- 1 unit sepeda motor Honda Beat putih (milik korban)
- 1 unit sepeda motor Yamaha R25
- 1 unit sepeda motor Honda Scoopy
- 1 unit sepeda motor Vario merah
- 1 unit Honda Beat hitam
- 8 buah kunci sepeda motor
- 14 plat nomor kendaraan
- Alat pembuat kunci dalam kotak hitam
Dalam pengakuannya, Arip menyatakan bahwa ia hanya bertindak sebagai tukang pengganti kunci dan mengaku disuruh oleh seseorang bernama Gunawan, yang saat ini statusnya adalah Daftar Pencarian Orang (DPO).
Peran Keluarga dalam Kasus Ini
Selain Arip, polisi juga mengamankan seorang wanita bernama Riama Marbun, yang merupakan pemilik rumah tempat Arip ditangkap. Ia mengaku bahwa rumah tersebut adalah miliknya dan Gunawan adalah anaknya. Dari hasil interogasi, terungkap bahwa Arip telah beberapa kali melakukan penggantian kunci kendaraan di lokasi tersebut.
“Pelaku mengaku bahwa ia sudah enam kali mengganti kunci kendaraan di lokasi itu,” ujar Kanit Reskrim Iptu Senior Sianturi, SH MH.
Proses Hukum dan Pengembangan Kasus
Saat ini, seluruh barang bukti yang telah ditemukan dan para terduga pelaku sedang diamankan di Polsek Medan Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk memburu pelaku utama yang masuk dalam daftar pencarian orang.
Dengan adanya kasus curanmor ini, penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan mereka, terutama di tempat-tempat umum. Selain itu, kolaborasi antara masyarakat dan pihak kepolisian sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi tindak kriminal di lingkungan sekitar.
Melalui kejadian ini, kita dapat melihat betapa pentingnya peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Respons cepat dan tindakan yang tepat dari pihak berwenang dapat mengurangi angka kejahatan dan memberikan rasa aman bagi warga.




